Scared

“Makasih ya kak udah dijajanin hehe,” kata Jiel setelah mereka sampai didepan rumah Jiel.

Haris mengangguk. “Sama-sama, dah sana masuk, gue tungguin dari sini, lu pasti takut kan?”

“Ih kak Haris,” Haris terkekeh dibuatnya.

Jiel lalu memasuki rumahnya. Namun, betapa terkejutnya ia menemukan dua burung yang kepala nya terputus diatas motornya dengan darah yang berceceran.

Jiel berteriak. Haris langsung menyusul Jiel ke dalam halaman rumah. Haris melotot begitu melihat itu. Lalu langsung memeluk Jiel yang gemetaran.

“K-kak itu…”

“Masuk dulu,” kata Haris tenang. Jiel mengambil kuncinya yang ia simpan dipot. Tangan Jiel gemetar, tak sanggup membuka kunci. Melihat itu, Haris langsung mengambil alih.

Haris mendudukkan Jiel disofa, lalu memberi minum untuk Jiel.

“Kak, takut…,” lirih Jiel.

Haris memegang tangan Jiel dan mengusapnya.

“Gausah takut, ada gue disini,” kata Haris lembut.