Revealed
Jiel memakan bakso nya lahap. Hari ini dia tidak makan bersama Elixir karena Elixir berada ditribun, Jiel malas untuk pergi kesana.
“Minggu depan gue udah mulai eskul,” kata Juju.
“Lah? Bukannya ga jadi?” tanya Darel.
“Hehe, waktu itu pas mau ketemu kak Dika gue juga ketemu ketuanya, ganteng, jadinya gue gamau keluar,” kata Juju.
“Yeu dasar! Namanya siapa?” tanya Jiel.
“Kak Yoga, seriusan ganteng banget,” kata Juju.
“Ya pepet lah,” kata Darel. Juju mengangguk semangat.
Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba kerah baju Jiel ditarik dari belakang yang membuat Jiel tersedak.
Jiel menoleh. Ternyata seorang perempuan yang menariknya dengan 2 teman disampingnya.
“Heh lu siapa? Main tarik aja baju orang, kalau Jiel ketelak bakso gimana? Mau tanggung jawab?” kata Darel marah.
“Haha ga peduli sih gue, yang gue cuma mau bilang lu gausah deket-deket Elixir lagi ngerti ga?” kata perempuan yang bernama Rea itu.
“Kok ngatur?” tanya Jiel.
“Eh berani ya lu sama kakak kelas,” kata temannya yang bernama Nia.
“Sama-sama makan nasi, ngapain takut,” sahut Jiel.
“Belagu lo anjing, jauhin Elixir sekarang juga, lo ga ada hak deket-deket dia,” kata temannya lagi yang bernama Berta.
Jiel hanya mengangkat bahu malas lalu melanjutkan acara makannya.
Ketiga orang itu geram dan Rea langsung menjambak rambut Jiel.
“Lepasin anjing tangan lo!” kata Darel. Juju pun berusaha memisahkan tangan Rea dari kepala Jiel. Namun dihalangi oleh Nia dan Berta.
Kejadian itu ditonton oleh seluruh warga kantin tanpa berniat menolong, bahkan ada yang mengambil video.
Jiel mencengkram tangan Rea diatasnya, namun Rea semakin menarik rambut Jiel.
Tiba-tiba dari ujung kantin Elixir datang ke arah Jiel.
Rea otomatis melepaskan tangannya dari kepala Jiel.
“Lu kenapa Jiel?” tanya Arkan.
“Arkan liat, tangan gue abis dicengkram sama dia, sakit banget,” kata Rea mengadu kepada Arkan.
“Heh anjing, lo duluan yang jambak Jiel,” kata Darel.
Arkan mendengus malas.
“Ada yang videoin gak?” tanya Ajun.
Hening.
“Gue tanya ada yang videoin gak?!” marah Ajun.
“S-saya kak,” kata seorang perempuan.
“Bawa sini,” kata Ajun. Perempuan ini memberikan handphone nya kepada Ajun, lalu Ajun menunjukkan video tersebut kepada Elixir.
Arkan tertawa remeh. Wajah Rea dan kedua temannya sudah pucat pasi.
Danny menghampiri Jiel, berdiri dibelakangnya sambil mengusap kepala Jiel.
“Sakit?” tanya Danny.
Jiel mengangguk. “Dikit.”
Asa menghampiri Juju dan Darel yang tengah tersulut emosi dan langsung mendudukan mereka berdua dan merangkulnya.
“Jangan emosi,” kata Asa yang mampu membuat Darel dan Juju terdiam. Agak takut juga sebenernya.
“Lu cewek, ngapain ngejambak cowok? Cowok main tonjok, bukan main jambak,” kata Arkan.
“Ya untung Jiel ga nonjok lu, walaupun muka lu tonjokable,” kata Ajun.
“Kasih kita alasan kenapa lu ngejambak Jiel,” kata Jo.
“A-anu—,”
“Gausah terbata-bata, ga pantes,” kata Haris.
Rea ketakutan.
“Lama lo, cepet ngomong,” kata Ajun.
“G-gue sebel sama dia! Soalnya udah deket-deket Elixir, ga pantes!” kata Rea.
“Kenapa ga pantes?” tanya Asa.
“Ya dia orang baru tiba-tiba deketin kalian, dianterin Haris, minjem hoodie ke Arkan, caper banget!” kata Rea.
Elixir tertawa sarkas.
“Lo yang nyiram Jiel juga?” tanya Arkan.
Rea mengangguk.
“Iya, kenapa? Dia basah kuyup dan minjem hoodie lu seenaknya, apalagi kalau bukan caper?”
Arkan tertawa sangat kencang.
“Bang, udah,” kata Jiel.
Rea mengangkat alisnya tanda bingung.
“Belum selesai,” kata Arkan.
Jiel menghela nafasnya.
“Rea dengerin ya, eh ga Rea doang, semuanya yang ada disini dengerin,” kata Arkan.
“Gue, Arkananta Melviano Adhitama, adalah abang kandung dari Aziel Kalandra Adhitama, orang yang dijambak barusan,” kata Arkan penuh penekanan.
Seluruh warga kantin terkejut, begitupun Rea dan kedua temannya.
“B-bohong, gue ga percaya!” kata Rea.
Lalu Arkan membuka ponselnya dan menunjukkan semua fotonya bersama Jiel dan kedua orang tuanya.
“Gimana? Malu gak? Malu ya hahahah,” kaya Arkan.
“Malu sama iri sih Ar, malu karena salah pilih target dan iri karena tau Jiel adek lu dan bisa deket sama Elixir,” kata Jo.
Arkan terkekeh.
“You mess with wrong person, Rea, gue pastiin abis ini lo ga bakal tenang disekolah,” kata Arkan.
“Dan buat semuanya, jangan ada yang gangguin Jiel dan dua temannya, Juju sama Darel, kalau ada yang sampe nyakitin mereka, siap-siap lu berurusan sama Elixir,” lanjutnya kepada seluruh warga kantin.
Lalu Elixir membawa Jiel, Juju, dan Darel pergi dari sana meninggalkan Rea dan kedua temannya yang diselimuti rasa malu.