Perjalanan

Farzan dan Fino agak bete. Penyebabnya adalah, mereka berdua yang awalnya duduk di kursi tengah mendadak pindah ke belakang karena Veronica dan kedua temannya kekeuh ingin duduk di kursi tengah, mau tidak mau Farzan dan Fino harus mengalah.

Jujur, Farzan agak sebal melihat pemandangan Veronica yang selalu menyuapi Gilang dan diterima baik oleh Gilang. Farzan sudah mencoba berbagai cara agar Gilang peka terhadapnya, dari yang pura-pura batuk sampai menyanyikan lagu galau. Namun, itu semua sia-sia, entah Gilang tidak mendengar atau tidak peduli.

“Kak Marvin, boleh ga radionya gue connect ke spotify gue?” tanya Fino tiba-tiba.

Marvin yang sedang menyetir itu mengangguk, “boleh.”

“Eh playlist lu isinya apa?” tanya Ameta, teman Vero.

“Kalau K-Pop enggak dulu deh, kita ga ada yang denger gituan,” sahut Aluna.

Connect ke spotifynya Vero aja deh, bagus-bagus playlistnya,” kata Ameta.

“Boleh,” kata Vero.

“Apa-apaan? Kan temen gue duluan yang mau?” protes Farzan.

“Eh maaf ya, selera musik kalian ga terlalu bagus hehe takutnya ga cocok sama Gilang Marvin, selera musik mereka berdua soalnya cocok sama kita, kalau dengerin musik kalian takutnya mereka ngantuk,” kata Vero.

Farzan jelas berapi-api. Ingin protes lebih lanjut namun ditahan oleh Fino.

“Okay gapapa, selera lu semua aja dah kak yang disetel, selera gue sama Farzan mah paling beda,” jawab Fino.

“Cih, sipaling seleranya bagus gue liat-liat, gatau aja Gilang kalau sama gue dengerinnya NewJeans,” kata Farzan kepada Fino.

“Biarin aja, seleranya sebagus apa sih, paling ga beda jauh sama kita,” kata Fino.