Nonton part 2
“Film Narnia yang terakhir nih kak, ga bosen kan?” tanya Jiel. Saat ini mereka sedang duduk dikasur Haris.
Haris menggeleng, “enggak, seru kok.”
Jiel tersenyum lalu mengambil remote dan mulai memutar film.
Haris terkekeh melihat Jiel yang tiba-tiba tertidur, padahal film nya belum habis.
Lalu Haris membenarkan posisi tidur Jiel agar dia nyaman.
Setelah memastikan Jiel tertidur nyaman, Haris melangkahkan kakinya keluar kamar.
“Bun, mau kemana?” tanya Haris saat melihat sang ibunda berpakaian rapi.
“Itu loh ayahmu, berkas pasien ada yang ketinggalan,” kata sang ibunda.
“Kenapa ga dianterin pake ojol aja?”
“Ayah mu gamau, katanya pengen sekalian makan masakan bunda dan pengen bunda kesana juga.”
“Cih, ayah bucin,” kata Haris terkekeh.
“Oh iya, Jiel mana?” tanya bunda.
“Ketiduran bun dikamar Haris, nanti Haris tidur di sofa atau kamar Jiel aja.”
“Loh gausah, temenin aja Jiel nya.”
Haris menaikkan alisnya, “loh gapapa?”
Bunda tertawa, “ya gapapa atuh, asal ga macem-macem.”
“Ya ngga, emang nya Haris cowok kayak gitu apa.”
“Ya siapa tau, kamu kan suka Jiel.”
Haris tersedak ludahnya sendiri.
“Bun?”
“Hahaha, gapapa bunda sih setuju aja, udah ya bunda pergi dulu nih, takut kemaleman,” kata bunda.
Haris lalu tersenyum dan menyalami bunda nya.
“Makasih bunda, hati-hati dijalan.”
Jiel membuka matanya perlahan. Tak lama kemudian ia menyadari kalau ini bukanlah kamarnya.
Jiel menengok ke sebelah kiri, ada Haris yang sedang tertidur.
“Mampus ganteng banget gila.” batin Jiel.
Setelah puas memandangi Haris, Jiel mengambil handphone nya dan memotret Haris.
Cekrek
Haris membuka matanya dan Jiel terkejut.
“Ngapain foto-foto?” tanya Haris dengan suara khas bangun tidur.
Jiel mleyot.
“A-anu…,” Jiel tidak bisa berkata-kata.
“Buat apa hm?”
“B-buat koleksi pribadi,” kata Jiel.
Menyadari dirinya keceplosan, Jiel menampar mulutnya sendiri sedangkan Haris terkekeh.
“Maaf kak Haris, ini mau di hapus,” kata Jiel sambil menyalakan kembali handphone nya.
Haris menahan tangan Jiel.
“Jadi kamu suka koleksi foto aku?” tanya Haris.
“Ini kenapa aku-kamuan lagi, kerasukan apa ya?” batin Jiel.
“Enggak.” kata Jiel. “Tapi boleh?”
“Boleh apa?” tanya Haris.
“Ngoleksi foto kak Haris?”
Haris terkekeh lagi.
“Boleh aja kalau buat Jiel, asal jangan dipake buat macem-macem,” kata Haris.
“Enggak! Enggak bakal! Cuma disimpen aja,” kata Jiel.
Haris terkekeh.
“Yaudah, sekarang mandi, kita siap-siap kesekolah,” kata Haris.
Jiel mengangguk dan langsung bersiap-siap ke sekolah.